Ini Dia, Sayur dan Buah Paling Banyak Residu Pestisida

Screenshot_20

Saat ini mungkin saja Anda akan waspada waktu berbelanja strobery atau bayam. Laporan baru dari Environmental Working Group (EWG) mengatakan sayur serta buah itu termasuk juga yang paling terkontaminasi sisa pestisida sintetis.

Penemuan itu adalah sisi dari daftar ” Dirty Dozen ” serta ” Clean Fifteen ” 2017, daftar makanan paling banyak serta paling sedikit terserang pestisida.

Untuk memperoleh ranking itu, tes analisis EWG dikerjakan oleh Departemen Pertanian AS pada lebih dari 36 ribu sampel dari 48 type product yang ditanam dengan konvensional.

” Bahkan juga paparan pestisida dalam kandungan rendah bisa beresiko untuk balita, bayi serta anak kecil. Sebisa-bisanya, orangtua mesti ambil langkah kurangi paparannya sesaat masih tetap berikan makan anak diet yang sehat serta kaya sayur serta buah, ” kata Dr. Philip Landrigan dari Mt Sinai School of Medicine dalam satu pernyataan.

Dalam dua tahun berturut-turut, EWG temukan kalau strobery termasuk juga buah yang paling terkontaminasi. Tahun lantas buah strobery menaklukkan apel yang menyandang paling terkontaminasi sepanjang lima tahun ada di tempat puncak.

Residu pestisida bertambah pada strobery karena banyak keinginan buah diluar musimnya. Tahun ini stoberi yang paling terkontaminasi mempunyai jejak 20 type pestisida berlainan.

Juga yang naik ke daftar tahun ini yaitu bayam serta buah nectarine. Bayam naik dari tempat ke-8 jadi ke-2.

Departemen Pertanian AS temukan sampel bayam terkontaminasi semakin banyak residu dengan berat lebih dari product beda yang ditest. Sekitaran 75 % sampel memiliki kandungan residu permethrin, insektisida yang dipakai untuk membunuh serangga serta nyamuk. Dalam dosis tinggi pestisida itu bisa mengakibatkan kerusakan system saraf.

Lalu product apakah yang ditanam konvensional aman untuk dibeli? Jagung manis, menurut EWG. Cuma satu % sampel baik jagung manis serta alpukat (yang tahun lantas berada di tempat atas) memiliki kandungan pestisida yang terlacak.

Meski kita aman dari sisa pestisida karena kulit buah yang membuat perlindungan, EWG juga memperingatkan kalau sedikit jagung manis dan pepaya di produksi dari benih yang dimodifikasi dengan genetis.

Kritik

Daftar EWG yang diawali pada 1993 memperoleh reputasi dari banyak dokter serta organisasi kesehatan, termasuk juga perkumpulan dokter anak di AS, American Academy of Pediatrics. Tetapi daftar itu memperoleh kritik karena fokus diri pada jumlah pestisida, bukanlah toksisitas.

Menurut Sonya Lunder, analis senior EWG, group itu telah membahas hasil panen seperti cabai tahun ini jadi ” Dirty Dozen Plus “. Pilihan poduk-produk ini tidak penuhi standard tradisionil namun diketemukan memiliki kandungan residu pestisida yang begitu beracun.

Jadi penambahan, sebagian kritikus tunjukkan kalau kandungan residu pestisida yang diketemukan pada makanan di daftar itu meski lebih tinggi dibanding sayur serta buah beda pada umumnya masih tetap dibawah level toleransi EPA (Environmental Protection Agency).

Tetapi EWG tetaplah teguh pada daftar mereka serta memperingatkan customer untuk memerhatikan jejak pestisida sintetis. Lunder menyebutkan pada media terlebih dulu kalau EPA mempunyai ” toleransi yang dicabut ” atau batas legal beralih atau melarang insektisida spesifik yang terlebih dulu dipikir aman sesudah pengukuran resiko yang diperbaiki.

Umpamanya, tahun lantas toleransi pada Chlorpyrifos, pestisida yang sempat dideteksi ada pada sayur serta buah dicabut sesudah tidak sekali lagi penuhi standard keamanan EPA.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*